BELAJAR DARI EMBARGO MILITER AFRIKA SELATAN
Afrika Sekatan
merupakan Negara benua Afrika yang pernahmemiliki sejarahnya sejarah kelam dikarenakan
pernah menerapkan kebijakan bernama Apartheid. Apartheid
menurut wikipedia (arti dari bahasa Afrikaans: apart memisah, heid sistem atau
hukum) adalah sistem pemisahan ras yang diterapkan oleh pemerintah kulit putih
di Afrika Selatan dari sekitar awal abad ke-20 hingga tahun 1990. Namun disini
lebih akan membahas tentang salah satu dampak penerapan kebijakan tersebut,
yaitu embargo militer yang sekses menjadikan Afrika Selatan menjadi salah satu
Negara produsen alutsista yang mampu bersaing dengan produk serupa dari Negara
Barat.
Embargo
militer Afrika Selatan diberlakukan karena penerapan kebijakan Apartheid dan
uji coba senjata nuklir. Diberlakukan secara bertahap mulai Agustus 1963 dengan
berlandaskan “Resolusi DK PBB Nomor 181”, namun, embargo militer tersebut hanya
bersifat sukarela. Pada 1968, Inggris dan Amerika Serikat resmi memberlakukan
embargo militer terhadap Afrika Selatan, menjadikan negara tersebut prakti
terisolasi dari sumber kekuatan militer Barat kala itu. “Resolusi DK PBB Nomor 181” ini kemudian
diperkuat dengan “Resolusi DK PBB Nomor 418” mengesahkan bahwa seluruh negara
wajib menerapkan embargo militer atas Afrika Selatan, membuat negara tersebut
tidak dapat mengimpor alutsista dari luar negeri, resolusi ini kemudian disusul
oleh “Resolusi DK PBB Nomor 591” guna memperpanjang dan memperkuat resolusi
sebelumnya. Embargo sendiri dihapus lewat Resolusi DK PBB Nomor 919” setelah
diadakannya pemilu demokratis tahun 1994.
Hal
ini tentu menjadi bencana bagi Afrika Selatan, padahal waktu itu Afrika Selatan
tengan berperang melawan pemberontakan komunis di Afrika Barat Daya (sekarang
Namibia) dan semakin terkepung oleh Negara simpatisan komunis di sekitarnya
seperti Anggola. Selain itu embargo tersebut juga membawa dampak lain sebagai
berikut:
- Pembatalan penjualan kapal “D'Estienne d'Orves-class aviso” dan “Agosta-class submarines” oleh Perancis serta kapal cepat rudal “Saar 4” dari Israel (yang mana harus dibangun sembunyi-sembunyi di Afrika Selatan).
. (kapal D'Estienne d'Orves-class aviso )
- Afrika Selatan tidak bisa membeli pesawat generasi baru untuk menandingi pesawat “MIG-23” Angkatan Udara Kuba di Perang Perbatasan Afrika Selatan.
- Berakhirnya pengiriman bahan bakar uranium yang diperkaya oleh Amerika Serikat untuk reaktor nuklir Afrika Selatan SAFARI 1.
Setelah
diberondong embargo tersebut, bukanya menyerah pada keadaan Afrika Selatan
malah mencari celah dan membuat strategi untuk mengatasi embargo senjata dan
mendapatkan peralatan yang mereka butuhkan. Hal inilah yang membuat PBB
mengeluarkan “Resolusi DK PBB Nomor 591” yang ditujukan untuk memperkuat dan
menutup celah embargo.
Beberapa Cara yang
digunakan Antara lain:- Produksi Dalam Negeri
Banyak alutsista militer Afrika Selatan yang seluruhnya didesain dan dikembangkan di dalam negeri Afrika Selatan dan memicu kebangkitan industri militer dalam negeri yaitu “ARMSCOR (Armament Corporation of South Africa) yang didirikan tahun 1968. ARMSCOR juga berhasil menjadi perusahaan industri militer terbesar di Afrika pada era Perang Dingin. Sejumlah negara juga membeli membeli alutsista dari perusahaan tersebut, sebelum PBB akhirnya melarang impor senjata dari Afrika Selatan pada tahun 1984.
(Beberapa alutsista produk ARMSCOR)
1. 2. Penyelundupan
Beberapa kasus yang naik ke permukaan antara lain:
a) Kasus Coventri Four tahun 1984. 4
pengusaha Afrika Selatan di Inggris diketahui mengoperasika perusahaan yang
menyelundupkan barang-barang yang dilarang ke Afrika Selatan.
b) Ditangkapnya Gerald Bull karena
ketahuan terlibat dalam pengembangan meriam howitzer “G5” untuk perusahaan
militer ARMSCOR.
c) Program nulklir Afrika Selatan baru diketahui
saat embargo berlangsung. Diketahui Afrika Selatan sukses menguji, membuat, dan
memiliki senjata nuklir pada periode tahun 1976 hingga 1990-an dengan bantuan
Jerman Barat dan Israel. Menurut De Villiers (1993) menyatakan, Afrika Selatan
memiliki enam senjata nuklir dan berhasil melakukan pengujian secara rahasia di
Gurun Kalahari dan diduga dilakukan pula di Samudra Hindia pada 1979 yang
kemudian disebut sebagai Insiden Vela.
1. 3. Alih
Fungsi Peralatan
Dalam
hal ini banyak peralatan komputer dan radar yang semula untuk keperluan sipil dikonversi
serta dialihkan ke militer.
2. 4. Mendatangkan
Ahli Dari Luar Negeri
Afrika Selatan mampu untuk membayar dan mempekerjakan beberapa
insinyur luar negeri, seperti ahlidan insinyur Israel yang terlibat dalam
pengembangan pesawat tempur Israel “Lavi” direkrut oleh Perusahaan Dirgantara Atlas
(Atlas Aircraft
Corporation), untuk bekerja dalam pengembangan pesawat Atlas Cheetah dan Atlas
CAVA (CARVER).
(Atlas
Cheetah)
1. 5. Produksi
Dengan Lisensi
Beberapa
alutsista dan teknologi diproduksi di Afrika Selatan dengan lisensi seperti
dalam kasus Warrior class strike craft, senapan serbu Vector R4 dan mesin
Diesel Atlantis (Atlantis Diesel Engines).
2. 6. Kerja
sama dengan Negara lain
Afrika Selatan berbagi teknologi militer dengan
beberapa Negara yang memiliki kesamaan nasib. Negara tersebut seperti Israel
(lewat perjanjian Israel-Afrika Selatan), Taiwan, Maroko, Argentina, dan Iran.
Antara tahun 1977 dan 1991, Maroko terlibat dalam transfer teknologi dan senjata
buatan Perancis ke Afrika Selatan, dan sebagai gantinya Afrika Selatan akan
melatih Tentara dan Polisi Maroko.
Demikian tulisan singkat mengenai embargo
militer Afrika Selatan yang justru membuat Afrika Selatan menjadi produsen
alutsista yang diperhitungkan bahkan mampu bersaing dengan produk serupa dari
Negara Barat. Disini kita belajar bahwa pentingnya kemandirian alutsista bagi
suatu Negara. Selama suatu Negara bergantung pada alutsista impor, maka resiko
embargo akan senantiasa menghantui. Sempat terfikir apabila Indonesia ingin menjadi
layaknya Afrika Selatan maka Indonesia harus kembali diembargo terlebih dahulu.
Sumber
https://www.africanmilitaryblog.com/2017/11/here-are-some-of-south-african-made-weapons?v=65d8f7baa677.
https://medium.com/@alfinfb/ketika-embargo-militer-berbuah-petaka-54737dd10b05.
https://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations_Security_Council_Resolution_418.
https://en.wikipedia.org/wiki/United_Nations_Security_Council_Resolution_591.
https://en.wikipedia.org/wiki/Armscor_(South_Africa).



Komentar
Posting Komentar