BENARKAH PRESIDEN TURKI RECEP TAYYIP ERDOGAN MUSUH ISRAEL?
(Foto Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan)
Recep Tayyip Erdoğan lahir di Istanbul, Turki, pada
tanggal 26 Februari 1954, merupakan politikus Turki yang menjabat sebagai Presiden Turki sejak tahun 2014. Sebelumnya, Dia menjabat Perdana
Menteri Turki sejak 14
Maret 2003 sampai 28
Agustus 2014.
Dia juga merupakan pemimpin partai Adalet ve Kalkınma Partisi (AKP, atau Partai Keadilan dan Pembangunan).
Erdoğan juga pernah terpilih sebagai tokoh muslim ke-2 paling berpengaruh di
dunia pada tahun 2010.
Erdogan adalah salah satu tokoh yang bisa dibilang memiliki
banyak penggemar di Indonesia. Oleh mereka, apa saja yang dilakukan oleh
Erdogan, baik di dalam maupun luar negerinya, selalu dipuji dan dibela, dengan
“cita rasa tertentu” pula, bahkan mereka juga sampai bilang seperti ini, “Kalau
saja Turki mau meminjamkan Erdogan untuk memimpin Indonesia.” Salah satu hal
yang membuat Erdogan diidolakan adalah karena sikap dukungan dan pembelaan
terhadap Palestina dan sifat permusuhannya terhadap Israel. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu juga memperolok sikap Erdogan di depan
publik terhadapnya. Netanyahu mengatakan bahwa Erdogan menyebut dirinya sebagai
Hitler setiap 3 jam, bahkan 6 jam sekali. Tapi apakah semua itu nyata adanya
atau hanya sandiwara belaka?.
Faktanya, Saluran TV satelit Al-Arabiya (yang berbasis di Dubai, Uni
Emirat Arab), menayangkan yang membuka kedok Presiden Turki Recep Tayyip
Erdogan terkait Palestina. Tayangan berjudul 'Dusta Erdogan, Israel Adalah
Musuh' yang menayangkan kunjungan Presiden Erdogan ke Tel Aviv dan fakta-fakta
yang cukup mengejutkan bahkan mungkin untuk beberapa penggemarnya. Tayangan itu
menampilkan bukti-bukti hubungan Erdogan dengan negara zionis Israel yang
semena-mena menjajah Palestina hingga kini.
Dilansir dari Al-Arabiya, Erdogan adalah pemimpin muslim pertama yang
melayat dan meletakkan karangan bunga ke pusara Herzi, yakni pendiri negara
zionis Israel yang semena-mena menjajah wilayah Palestina hingga kini. Erdogan
ternyata juga menemui sahabatnya yaitu mantan Perdana Menteri Israel, Ariel
Sharon (yang juga dikenal dengan julukan Jagal Sabra dan Shatila). Erdogan juga sempat mengunjungi Masjid Al-Aqsa
dengan kawalan pasukan keamanan Israel. Dr. Aidh Al-Qarni (Da’i
Arab Saudi dan penulis buku “Laa Tahzan”) mengungkap bahwa Erdogan adalah
pemimpin pertama yang mengunjungi Tembok Ratapan dan mengenakan topi keagamaan Yahudi.
(Presiden Erdoğan meletakkan karangan bunga ke pusara Herzi)
Turki dan Israel diketahui juga memiliki hubungan dagang dan
pariwisata yang erat. Turki dan Israel bahkan sepakat meningkatkan transaksi
dagang mereka hingga 4 miliar dolar AS per tahun. Keduanya juga melakukan
kerjasama di bidang pariwisata, per minggu ada 60 penerbangan pesawat yang
melayani rute antar kedua Negara dan merekomendasikan Turki sebagai destinasi
wisata nomor satu. Selain itu Putra Erdogan bernama Ahmet Burak Erdogan
disinyalir telah berinvestasi di Israel dan menjual armada kapalnya kepada
pengusaha Israel. Semen-semen Turki bahkan juga digunakan untuk membangun
permukiman-permukiman illegal di dalam wilayah Palestina dan Tepi Barat, Lalu
undang-undang Eropa yang menyatakan melarang produk impor yang diselundupkan
dari pemukiman ilegal di Tepi Barat itu. Namun, produk-produk tersebut masuk ke
Turki tanpa diberikan sanksi oleh Erdogan. "Semua isu yang dia (Erdogan)
lontarkan tentang Palestina merupakan bentuk upaya untuk membangkitkan simpati
bangsa-bangsa arab," ucap Pakar Hubungan Internasional Mesir, Mohammad
Hamid.
Selain itu, Turki juga memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Duta
besar Turki untuk Israel juga diketahui turut merayakan hari-hari besar
keagamaan Yahudi. Turki juga disebut sebagai salah satu negara pertama yang
mengakui Israel tahun 1949. Juga mengungkap pengakuan bahwa Al-Quds sebagai ibukota
Israel. Dalam hal ini juga, Dr. Aidh Al-Qarni mempertanyakan
apa kontribusi yang telah diperbuat Erdogan untuk Yerusalem dan
Palestina? “Israel memiliki kedutaan besar di Turki, sementara itu dia
mengklaim akan membebaskan Yerusalem,” ungkap Dr. Aidh Al-Qarni.
Demikian sisi lain dari
Presiden Turki Recep Tayyip
Erdoğan, yang
dielukan sebagai pemimpin Islam yang anti terhadap zionis Israel dan akan
membebaskan Palestina yang membuatnya memiliki banyak penggemar di Indonesia, bahkan berangan-angan
Erdogan untuk memimpin Indonesia. Permusuhan yang ditunjukkan Erdogan nampaknya
hanya gertakan dan
sandiwara belaka. Mungkin fakta ini akan menimbulkan pro dan kontra, membuat saya
teringat sebuah perkataan yaitu”
mengenai hal ini, benar atau tidaknya tergantung kepada siapa anda bertanya.”
Sumber:
https://www.facebook.com/watch/?v=2776080812467653


Komentar
Posting Komentar